Kegunaan Bahasa Rakitan

 

Halo sahabat dumay  salam hangat dari teknofolexa ^_^

Kali ini teknofolexa akan memosting apa saja sii Kegunaan Bahasa Rakitan versi teknofolexa,,,oke langsung saja kita bahas sobat……

Kegunaan berdasarkan secara umum ialah memerintah komputer untuk mengolah data sesuai dengan alur berpikir yang kita inginkan dan dapat langsung mengintepretasikan pernyataan-pernyataan program.

Kegunaan berdasarkan perintah nya, antara lain :

  1. A : Merakit intruksi simbolik (kode mesin).
  2. D : Menampilkan isi suatu daerah memori.
  3. E : Memasukan data ke memori yang dimulai pad lokasi tertentu.
  4. G : Run executable program ke memori.
  5. N : Menamai program.
  6. P : Eksekusi sekumpulan intruksi yang terkait.
  7. Q : Quit.
  8. R : Menampilkan isi satu atau lebih register.
  9. T : Trace isi sebuah intruksi.
  10. U : Unassembled kode mesin ke kode simbolik.
  11. W : Menulis program ke disk.

 

Kegunaan berdasarkan jenis nya, antara lain :

  1. Segmen Register : Register yang termasuk dalam kelompok ini terdiri atas register CS,DS,ES dan SS yang masing-masingnya merupakan register 16 bit. Register-register dalam kelompok ini secara umum digunakan untuk menunjukkan alamat dari suatu segmen.
    Register CS(Code Segment) digunakan untuk menunjukkan tempat dari segmen yang sedang aktif, sedangkan register SS(Stack Segment) menunjukkan letak dari segmen yang digunakan oleh stack. Kedua register ini sebaiknya tidak sembarang diubah karena akan menyebabkan kekacauan pada program anda nantinya.
    Register DS(Data Segment) biasanya digunakan untuk menunjukkan tempat segmen dimana data-data pada program disimpan. Umumnya isi dari register ini tidak perlu diubah kecuali pada program residen. Register ES(Extra Segment), sesuai dengan namanya adalah suatu register bonus yang tidak mempunyai suatu tugas khusus. Register ES ini biasanya digunakan untuk menunjukkan suatu alamat di memory, misalkan alamat memory video.
    Pada prosesor 80386 terdapat tambahan register segment 16 bit, yaitu FS<Extra Segment> dan GS<Extra Segment>.
  2. Pointer dan Index Register : Register yang termasuk dalam kelompok ini adalah register SP,BP,SI dan DI yang masing-masing terdiri atas 16 bit. Register- register dalam kelompok ini secara umum digunakan sebagai penunjuk atau pointer terhadap suatu lokasi di memory.
    Register SP(Stack Pointer) yang berpasangan dengan register segment SS(SS:SP) digunakan untuk mununjukkan alamat dari stack, sedangkan register BP(Base Pointer)yang berpasangan dengan register SS(SS:BP) mencatat suatu alamat di memory tempat data.
    Register SI(Source Index) dan register DI(Destination Index) biasanya digunakan pada operasi string dengan mengakses secara langsung pada alamat di memory yang ditunjukkan oleh kedua register ini.
    Pada prosesor 80386 terdapat tambahan register 32 bit, yaitu ESP,EBP,ESI dan EDI.
  3. General Purpose Register : Register yang termasuk dalam kelompok ini adalah register AX,BX,CX dan DX yang masing-masing terdiri atas 16 bit. Register- register 16 bit dari kelompok ini mempunyai suatu ciri khas, yaitu dapat dipisah menjadi 2 bagian dimana masing-masing bagian terdiri atas 8 bit, seperti pada gambar 4.1. Akhiran H menunjukkan High sedangkan akhiran L menunjukkan Low.
    + A X + + B X + + C X + + D X +
    +-+–+–+-+ +-+–+–+-+ +-+–+–+-+ +-+–+–+-+
    | AH | AL | | BH | BL | | CH | CL | | DH | DL |
    +—-+—-+ +—-+—-+ +—-+—-+ +—-+—-+
    Gambar 4.1. General purpose Register
    Secara umum register-register dalam kelompok ini dapat digunakan untuk berbagai keperluan, walaupun demikian ada pula penggunaan khusus dari masing-masing register ini yaitu :
    Register AX, secara khusus digunakan pada operasi aritmatika terutama dalam operasi pembagian dan pengurangan.
    Register BX, biasanya digunakan untuk menunjukkan suatu alamat offset dari suatu segmen.
    Register CX, digunakan secara khusus pada operasi looping dimana register ini menentukan berapa banyaknya looping yang akan terjadi.
    Register DX, digunakan untuk menampung sisa hasil pembagian 16 bit.
    Pada prosesor 80386 terdapat tambahan register 32 bit, yaitu EAX,EBX,ECX dan EDX.
  4. Index Pointer Register : Register IP berpasangan dengan CS(CS:IP) menunjukkan alamat dimemory tempat dari intruksi(perintah) selanjutnya yang akan dieksekusi. Register IP juga merupakan register 16 bit. Pada prosesor 80386 digunakan register EIP yang merupakan register 32 bit.
  5. Flags Register : Sesuai dengan namanya Flags(Bendera) register ini menunjukkan kondisi dari suatu keadaan< ya atau tidak >. Karena setiap keadaan dapat digunakan 1 bit saja, maka sesuai dengan jumlah bitnya, Flags register ini mampu memcatat sampai 16 keadaan. Adapun flag yang terdapat pada mikroprosesor 8088 keatas adalah :
    – OF <OverFlow Flag>. Jika terjadi OverFlow pada operasi aritmatika, bit ini
    akan bernilai 1.
    – SF <Sign Flag>. Jika digunakan bilangan bertanda bit ini akan bernilai 1
    – ZF <Zero Flag>. Jika hasil operasi menghasilkan nol, bit ini akan
    bernilai 1.
    – CF <Carry Flag>. Jika terjadi borrow pada operasi pengurangan atau carry
    pada penjumlahan, bit ini akan bernilai 1.
    0F 0E 0D 0C 0B 0A 09 08 07 06 05 04 03 02 01 00
    +–+–+–+–+–+–+–+–+–+–+–+–+–+–+–+–+
    | |NT| IOPL|OF|DF|IF|TF|SF|ZF| |AF| |PF| |CF|
    +–+–+–+–+–+–+–+–+–+–+–+–+–+–+–+–+
    Gambar 4.2. Susunan Flags Register 8088
    – PF <Parity Flag>. Digunakan untuk menunjukkan paritas bilangan. Bit ini akan
    bernilai 1 bila bilangan yang dihasilkan merupakan bilangan genap.
    – DF <Direction Flag>. Digunakan pada operasi string untuk menunjukkan arah
    proses.
    – IF <Interrupt Enable Flag>. CPU akan mengabaikan interupsi yang terjadi jika
    bit ini 0.
    – TF <Trap Flag>. Digunakan terutama untuk Debugging, dengan operasi step by
    step.
    – AF <Auxiliary Flag>. Digunakan oleh operasi BCD, seperti pada perintah AAA.
    – NT <Nested Task>. Digunakan pada prosesor 80286 dan 80386 untuk menjaga
    jalannya interupsi yang terjadi secara beruntun.
    – IOPL <I/O Protection level>. Flag ini terdiri atas 2 bit dan digunakan pada
    prosesor 80286 dan 80386 untuk mode proteksi.
    Adapun susunan dari masing-masing flag didalam flags register dapat anda lihat pada gambar 4.2. Pada prosesor 80286 dan 80386 keatas terdapat beberapa tambahan pada flags register, yaitu :
    – PE <Protection Enable>. Digunakan untuk mengaktifkan mode proteksi. flag ini
    akan bernilai 1 pada mode proteksi dan 0 pada mode real.
    – MP <Monitor Coprosesor>. Digunakan bersama flag TS untuk menangani
    terjadinya intruksi WAIT.
    – EM <Emulate Coprosesor>. Flag ini digunakan untuk mensimulasikan coprosesor
    80287 atau 80387.
    – TS <Task Switched>. Flag ini tersedia pada 80286 keatas.
    – ET <Extension Type>. Flag ini digunakan untuk menentukan jenis coprosesor
    80287 atau 80387.
    – RF <Resume Flag>. Register ini hanya terdapat pada prosesor 80386 keatas.
    – VF <Virtual 8086 Mode>. Bila flag ini bernilai 1 pada saat mode proteksi,
    mikroprosesor akan memungkinkan dijalankannya aplikasi mode real pada mode proteksi. Register ini hanya terdapat pada 80386 keatas.

 

Sekian Postingan mengenai Kegunaan Bahasa Rakitan semoga bermanfaat ^_^

DAFTAR PUSTAKA

https://mydimasassembly.blogspot.co.id/2017/03/pengertian-tentang-bahasa-assembly.html?showComment=1491839571492#c7426610274618294283

http://ebook.dede-gunawan.web.id/2014/06/download-ebook-gratis-bahasa-assembly.html

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s